Beranda Nikmati Proses? ( Catatan Perjalanan DR. Gumilar, MM ) ...

( Catatan Perjalanan DR. Gumilar, MM ) Koperasi di Malaysia Homogen

188
0
BERBAGI

MALAYSIAKoperasi di Malaysia Homogen

(CIAMIS, 15/08/2019). Kita tahu bahwa Malaysia adalah sebuah negara kerajaan dengan ibu kota Kuala Lumpur. Pada tahun 1957 memperoleh kemerdekaan dari kerajaan Inggris, Kepala Negara adalah raja bergelar Yang di-Pertuan Agong  hasil pemilihan dari salah satu di antara sembilan raja dari negara-negara bagian yaitu Kedah, Perak, Selangor, Negeri Sembilan, Penang, Pahang, Trenggano, Serawak dan Sabah. Luas wilayah 330.434 Km2     dengan penduduk terdiri dari keturunan Cina, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh. Mata pencaharian penduduk adalah pertanian, pertambangan, dan perindustrian.

    Dr. Gumilar di Malysia Tahun 2007 Berbagi Informasi tentang Koperasi. 

Untuk membandingkan perkembangan koperasi negara Indonesia dengan Malaysia peserta perjalanan mengunjungi lembaga-lembaga yang berhubungan dengan koperasi yaitu : Departemen Pembangunan Koperasi Malaysia, Kementrian Pertanian Malaysia, Koperasi Nelayan Malaka, dll. Dalam kunjungan tersebut kami mendapatkan penjelasan melalui presentasi video dan tanya jawab.

Ada satu hal yang menarik yang dapat saya pelajari dan mungkin bisa diterapkan pada koperasi di Indonesia, bahwa anggota suatu koperasi di Malaysia mempunyai kepentingan dan usaha yang sama. Artinya, bila dilihat dari profesi sangatlah homogen. Misalnya Koperasi Serbaguna Mukim Sungai Batu Berhad di Kedah Darulaman, semua anggotanya adalah petani kelapa sawit dan mempunyai kepentingan yang sama yaitu ingin menjual kelapa sawit dengan harga yang tinggi. Koperasi Nelayan Malaka anggotanya adalah para nelayan yang menginginkan harga peralatan dan kebutuhan nelayan rendah.

Dari segi kepengurusannya, para pengurus koperasi tersebut seluruhnya berasal dari anggota  yang dipilih oleh rapat anggota dan tetap menjalankan profesinya seperti anggota yang lain. Pengurus hanya menjalankan roda organisasi koperasi, sedangkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh para anggotanya, koperasi mengangkat Manajer yang ahli dalam bidang usaha.

Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan,  koperasi pun merencanakan memiliki pabrik minyak kelapa sawit sendiri, atau pabrik pengolahan ikan milik koperasi nelayan. Dengan bentuk koperasi seperti ini maka tak heran bila koperasi Malaysia mampu bersaing secara ekonomis dengan sektor-sektor ekonomi lainnya, dan kesejahteraan anggotanya lumayan bagus.

Keunggulan koperasi satu usaha (Single Purpose) bisa dilihat dari dua segi; secara operasional lebih mudah diolah, keuangan lebih jelas dan transparan, pengolahan lebih terfokus dan profesional. Tetapi yang lebih penting lagi, dari segi anggotanya, yaitu mereka tidak ragu akan kepentingan mereka dengan koperasinya. Kenapa harus dimodali, kenapa harus diawasi, kenapa harus dipilih yang terbaik sebagai pengurus, mau kemana usaha mereka. Mereka tidak ragu posisi mereka sebagai pemilik dan pelanggan.

Kesimpulan dari program kunjungan ke koperasi  diantaranya  adalah ternyata pada umumnya koperasi di Malaysia bergerak dalam satu unit usaha (Single Purpose). Koperasi baru akan membuka unit usaha lain  kalau usaha yang pertama sudah benar-benar maju, dan usaha tersebut akan dihitung dengan studi kelayakan. Bila layak, dibutuhkan oleh banyak anggota, dan disetujui oleh rapat anggota maka usaha tersebut bisa dilaksanakan atau usaha ter-sebuat untuk meningkatkan nilai tam-bah dari usaha anggotanya.

Dari pengalaman selama berada di Malaysia tersebut saya dapat melihat bahwa kepentingan (want)  dan kebutuhan (need)  yang sama kalau disatukan dan dikelola oleh orang yang ahli dalam bidangnya akan men-jadi sinergi yang kuat. Anggota yang terpilih sebagai pengurus tidak meninggalkan usahanya, sehingga kalau anggota lain kesejahteraannya meningkat karena usahanya didukung oleh koperasi maka pengurus juga akan merasakan yang sama.

Ada baiknya sekarang kita melihat perkembangan koperasi di Indonesia. Perkembangan koperasi di Indonesia diperkirakan mengarah pada tunggal usaha. Sebabnya, karena tuntutan reformasi dan globalisasi.

Koperasi di Indonesia telah dikem-bangkan dengan pola yang keliru. Celakanya, kekeliruan itu terus dilakukan selama 32 tahun. Akibatnya seperti bisa dilihat dengan jelas sekarang, koperasi di Indonesia tidak pernah berkembang seperti koperasi di negara maju terutama Eropa dan Amerika. Ke-keliruan pengembangan yang dimak-sud  terdiri dari dua hal. Pertama, koperasi dikembangkan berdasarkan pada wilayah administrasi, terutama administrasi pemerintahan. Pola semacam ini  terutama diterapkan pa-da KUD untuk wilayah Pedesaan, dan KSU untuk wilayah perkotaan. Kedua, koperasi yang berada di luar jang-kauan wilayah administrasi peme-rintahan dikembangkan berdasarkan profesi atau tempat kerja. Contohnya adalah koperasi karyawan, koperasi guru, dan sebagainya.

Kedua pola pengembangan terse-but, disadari atau tidak, telah me-nyebabkan koperasi di Indonesia— kecuali koperasi simpan pinjam tidak dapat secara jelas dikenali sesuai dengan penjenisan yang berlaku universal seperti koperasi konsumen, produsen, jasa dan sebagainya. Pa-rahnya, kedua pola pengembangan itu mempunyai konsekuensi adanya “pemaksaan” agar koperasi dapat mengelolal berbagai jenis kegiatan usaha. Hal ini tampak pada KUD dan KSU, karena wilayah kerja kedua “jenis”  koperasi tersebut tidak bo-leh berdiri kope-rasi lain. Hal sama sebetulnya terjadi pula pada kope-rasi fungsional. Dengan demikian, pengembangan usaha koperasi cenderung ber-dasarkan caku-panh ekonomi, bukan pada skala ekonomi. Padahal, skala ekonomi bo-leh dikatakan kun-ci dari berkem-bangnya sebuah usaha. UU No. 25/1992 tentang Per-koperasian, sebe-narnya sudah mengarahkan penjenisan kope-rasi pada yang berlaku universal (pasal 16). Wila-yah kerja kope-rasi pun tidak dibatasi, bahkan sampai luar negeri (penjelasan pasal 43). Namun,  sayangnya, dampak penga-turan dari UU No. 25/1992 tersebut nyaris tidak terlihat, terutama karena terhambat oleh Inpres No. 04/1984. Seperti diketahui, Inpres ini mengatur keberadaan KUD sedemikian rupa, sehingga ia menjadi satu-satunya ko-perasi yang berhak hidup di sebuah wilayah pedesaan.

Oleh sebab itu langkah reformasi yang diayunkan Depkop PKM, adalah mencabut Inpres No. 04/1984 seka-ligus menggantikannya dengan Inpres No. 18/1998. Yang intinya membe-rikan keleluasaan kepada masyarakat untuk berkoperasi, sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya,  kelompok masyarakat pedesaan boleh mendirikan koperasi lain di luar KUD. Yang tak kalah  pentingnya, proses pemberian hukum pun dipermudah.

Dampak dari  pemberlakuan In-presNo. 18/1998 tersebut luar biasa. Gairah masyarakat untuk ber-koperasi, meningkat tajam Koperasi-koperasi baru pun bermunculan bak cendawan di musim hujan. Mena-riknya, koperasi-koperasi baru itu banyak pula yang berdiri di daerah pedesaan seperti yang dibentuk oleh kelompok tani,  Pokmas IDT, dsb. Mereka adalah kelompok produktif yang dimasa lalu tidak boleh mem-bentuk koperasi sendiri, karena harus bergabung dengan KUD.

Lucunya, motivasi pembentukan koperasi itu umumnya hanya seke-dar mau memanfaatkan fasilias kredit murah, atau peluang usaha yang istimewa diprioritaskan untuk koperasi. Akhirnya tidak sedikit uang milyaran rupiah macet di Koperasi-koperasi karena dimakan oleh oknum-oknum dari masyarakat kecil, pejabat, anggota dan DPR, yang mau mengeruk keuangan negara. “Akibatnya, citra (brand image) koperasi lengkaplah tambah buruk lagi!***


Melayani Hypnotherapi & Hypnotis Training Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP,

Alamat: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Contact Person HP/WA: 081323230058, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

BERBAGI
Artikel sebelumyaIslam No? Indonesa No?
Artikel berikutnyaSEBUAH UNGKAPAN HATI NURANI
(Dr. GUMILAR, S.Pd.,MM, CH.,CHt.,pNNLP) ------ GUMILAR, dilahirkan di: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Ciamis Jawa Barat Tgl.05 Juli 1971. Pendidikan Formal: Tgl. 31 Desember 2008 Lulus S-3 (Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dapat ditempuh selama 2 (dua) th lulus.;Tahun 2002: S-2 Magister Manajemen Konsentrasi Management Marketing UNIGAL Ciamis; Tahun 1997: S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIGAL Ciamis; Tahun 1992: D-2 PGSD UPI Bandung; Tahun 1990: SMA Negeri Panumbangan; ------ GELAR HIPNOTIST: 2011: Gelar CH (Certified Hypnotist) dan CHt (Certified Hypnotherapist) dan pNNLP (practitioner Neo Neuro Linguistic Programing) diperoleh dari Indonesian School of Hypnosis & Hypnotherapy (ISHH) dan Indonesia Board Hypnosis (IBH)**