Beranda Uncategorized Conduct Disorder Anak — Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya 

Conduct Disorder Anak — Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya 

142
0
BERBAGI

Conduct Disorder Anak — Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya 

IMG20180224091215

Pengertian Conduct Disorder

Conduct Disorder adalah sebuah gangguan perilaku yang menyimpang dan melanggar norma-norma yang telah diajarkan oleh orang tua maupun sekolah. Beberapa contohnya seperti mencuri, berbohong, merusak, dan tindakan kekerasan pada hewan. Conduct disorder biasa terjadi pada anak-anak usia 6-8 tahun, biasanya sering terjadi pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki.

Gejala Conduct Disorder

Gejala conduct disorder dapat Anda lihat dari perubahan tingkah laku anak yang menjadi semakin keluar dari norma. Berikut adalah beberapa gejala conduct disorder yang biasa dialami pada anak.

  • Sering berdebat dengan orang tua.
  • Sering kehilangan kendali.
  • Mudah marah dan benci jika digangggu orang lain.
  • Sering menggertak, mengancam, menakut-nakuti orang lain.
  • Sering memulai perkelahian fisik.
  • Melakukan kekejaman fisik terhadap orang lain atau hewan.
  • Secara sengaja merusak harta benda orang lain.
  • Berbohong untuk mendapatkan barang atau persetujuan, atau untuk menghindari kewajiban.
  • Mencuri.
  • Sering bermain diluar rumah pada malam hari atau kabur dari rumah.
  • Sering membolos sekolah dan sering melanggar peraturan.

Untuk mengetahui anak mengalami conduct disorder memanglah tidak mudah karena biasanya gejala tersebut hanya ditunjukan pada sahabat dekatnya dibandingkan dengan orang tuanya sendiri.

Penyebab Conduc Disorder

Para ahli telah melakukan serangkaian penilaian yang membuahkan hasil mengenai penyebab conduct disorder pada anak.

Berikut ini adalah penyebab conduct disorder menurut para ahli, diantaranya adalah:

1. Mental (kejiwaan)

Dikarenakan usia anak yang masih belia dan kemampuan mentalnya yang mudah terpengaruh akan hal-hal lainnya menjadikan seorang anak mudah untuk mengalami conduct disorder. Bahkan tak jarang seorang anak mengikuti tindakan tidak baik yang dicontohkan orang lain hanya karena mereka menganggapnya menarik.

2. Emosi

Kurang atau bahkan tak pernah mendapatkan curahan kasih sayang. Keadaan ini membuat kehidupan sang anak gelap-gulita, sehingga tak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal tersebut akan mengakibatkan anak mengalami kesehatan emosi tidak stabil yang pada akhirnya akan berujung pada conduct disorder. Selain kondisi di atas, ada beberapa kondisi lain yang mempengaruhi emosi anak, diantaranya:

  • Berelebihan dalam memperoleh curahan kasih sayang.
  • Kedengkian, faktor ini kebanyakan muncul dalam diri seorang anak yang memiliki adik baru yang masih bayi.
  • Labil sehingga cenderung melakukan hal-hal yang tidak wajar.
  • Keinginan memusuhi siapapun yang tidak disukai dan disenanginya.
  • Perasaan bingung dan gelisah.
  • Cenderung melakukan sadisme.
  • Kematian ayah atau ibu.
  • Diskriminasi atau merasa dibeda-bedakan serta merasa tidak diperlakukan adil.

3. Pendidikan

Pendidikan adalah suatu proses mengetahui sesuatu yang baru, hal ini memanglah sangat baik untuk dilakukan pada anak Anda. Tetapi ada kalanya kecenderungan menggangu atau menyakiti bersumber dari proses pendidikan. Disini anak belajar dan meniru perbuatan orang lain yang diyakininya dapat dijadikan sarana yang mempermudahnya dalam meraih tujuannya. Yang terpenting adalah kita sebagai orang tua harus mampu memilah mana yang baik bagi anak.

4. Sosial

Anak yang hidup dan dibesarkan di tengah-tengah lingkungan yang dipenuhi tindak kekejaman dan kekerasan akan menyebabkan dirinya mengalami suatu perubahan yang akhirnya berakibat pada conduct disorder.  Selain itu ada juga hubungan serta pergaulan yang dijalin bersifat amoral dan asusila. Seorang anak yang masa kanak-kanaknya pernah dizalimi, disakiti, atau dilecehkan secara seksual, pada umumnya akan cenderung menyakiti siapa pun yang dianggapnya lemah.

Cara Mengobati Conduct Disorder

Untuk pengobatan terhadap conduct disorder sendiri, sampai saat ini belum ditemukan obat-obatan medis yang bisa digunakan untuk mengobati atau pun mengurangi kenakalan yang terjadi. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya dilakukan dengan konseling dengan para pakar psikologis. Untungnya kini telah ada sebuah terapi yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi gangguan conduction disorder ini. Terapi yang bisa Anda gunakan untuk mengobati gangguan perilaku conduction disorder adalah Terapi Binaural Beats – Conduction Disorder.

Terapi Binaural Beats – Conduction Disorder bukanlah sejenis obat-obatan medis yang dikonsumsi dengan diminum. Tetapi Terapi Binaural Beats – Conduction Disorder merupakan sebuah terapi yang dirancang khusus oleh para ahli untuk mengatasi gangguan perilaku conduction disorder, mengatasi conduction disorder pada anak sehingga anak menjadi lebih baik dan memiliki tingkah laku yang lebih teratur***


Biaya HIPNOTERAPI, RUQYAH, PEMERIKSAAN MEDIS (konsultasi dan atau hipnoterapi, ruqyah) Rp. 3.500.000, bila dilakukan oleh Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.——————————————————

Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, dan Ruqyah Syar’iyyah Setiap Hari Sabtu dan Minggu. Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058.***

BERBAGI
Artikel sebelumyaKLINIK HYPNOTHERAPI NURUL FIRDAUS
(Dr. GUMILAR, S.Pd.,MM, CH.,CHt.,pNNLP) ------ GUMILAR, dilahirkan di: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Ciamis Jawa Barat Tgl.05 Juli 1971. Pendidikan Formal: Tgl. 31 Desember 2008 Lulus S-3 (Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dapat ditempuh selama 2 (dua) th lulus.;Tahun 2002: S-2 Magister Manajemen Konsentrasi Management Marketing UNIGAL Ciamis; Tahun 1997: S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIGAL Ciamis; Tahun 1992: D-2 PGSD UPI Bandung; Tahun 1990: SMA Negeri Panumbangan; ------ GELAR HIPNOTIST: 2011: Gelar CH (Certified Hypnotist) dan CHt (Certified Hypnotherapist) dan pNNLP (practitioner Neo Neuro Linguistic Programing) diperoleh dari Indonesian School of Hypnosis & Hypnotherapy (ISHH) dan Indonesia Board Hypnosis (IBH)**