Beranda RUQYAH SYAR'I NURUL FIRDAUS GALAU……??? IMAN DAN DZIKIR ADALAH OBATNYA

GALAU……??? IMAN DAN DZIKIR ADALAH OBATNYA

223
0
BERBAGI

HubGALAU……??? IMAN DAN DZIKIR ADALAH OBATNYA

Terkadang Butuh Bantuan Orang Lain untuk Menyetabilkan Emosional

(CIAMIS, 22/03/2017). Galau merupakan perasaan tidak tenang di dalam hati dan pikiran manusia, perasaan tidak tenang ini bisa disebabkan oleh perasaan sakit hati, kecemburuan, ketegangan saat harus menghadapi sesuatu dan beban pikiran, ketika seseorang memiliki masalah tersebut biasanya akan berujung pada kegalauan.

Ketika seseorang sakit hati, maka perasaannya akan tidak enak dan tidak tenang, hal ini mempengaruhi emosional seseorang, dalam kondisi seperti ini pikiran seseorang sangat sulit untuk digunakan & dikendalikan, emosional seseorang akan mendominasi diri mereka.

Efek dari kondisi ini biasanya ialah timbulnya gangguan mental emosional atau gangguan kesehatan, terutama kesehatan jiwa.

Kebenaran Al-Qur’an yang menyatakan bahwa obat untuk menjadikan hati tenang dan tenteram serta terhindar dari rasa gelisah dan keluh kesah, tidak lain adalah keimanan kepada Allah SWT yang disertai kebiasaan berdzikir (mengingat Allah). (QS. Ar-Ra’du [13]:28).

Secara ilmiah pula, para pakar kedokteran pun telah sampai pada suatu kesimpulan, bahwa obat mujarab untuk mengobati penyakit gelisah ini ialah bermuara kepada keimanan.

Fakta ilmiah yang berhasil disimpulkan oleh para pakar dan ilmuwan yang pada hakikatnya mempamerkan bukti kemukjizatan Al-Qur’an yang sudah lebih dulu menyatakan tentang urgensi iman kepada Allah SWT dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk fungsinya sebagai obat  untuk mengatasi gelisah dan ganguan jiwa.

Dalam Al-Qur’an pertengahan surah Al-Ma’arij ditegaskan, bahwa “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat galau lagi keluh kesah, kecuali sembilan golongan, yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat, orang-orang yang terhadap hartanya telah disediakan bagian tertentu (zakat) atau hak yang telah ditetapkan untuk orang-orang miskin, baik yang meminta atau pun yang tidak meminta, orang-orang yang meyakini hari kiamat, orang-orang yang takut terhadap azab Allah, orang-orang yang memelihara kemaluannya dari perbuatan keji, orang-orang yang mampu menjaga dan menunaikan amanat dan janji-janjinya, orang-orang yang memberikan kesaksiaannya dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah golongan penghuni surga lagi di muliakan. (QS. Al-Ma’arij[70]:19-35).

Jika kita sudah berusaha mandiri menghapus kegalauan tetapi tetap saja galau, terkadang butuh bantuan dari orang lain untuk menyetabilkan emosional orang tersebut, sehingga keadaan pikirannya dapat kembali normal dan seimbang dengan proporsi emosionalnya. Pilihlah Kiyai/Ustadz atau tokoh agama yang terpercaya untuk membimbing keimanan dan dzikir kita yang baik dan benar. Atau memilih ahli hypnotherapi untuk membantu lebih dekat kembali kepada Allah SWT melalui metoda program pikiran bawah sadar, dan relaksasi.***


Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, Ruqyah Syar’iyyah & Konsultan Usaha Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8***

BERBAGI
Artikel sebelumyaMERUQYAH DENGAN MEDIA TANAH
Artikel berikutnyaMENCIPTAKAN KEDAMAIAN DAN KETENANGAN JIWA
(Dr. GUMILAR, S.Pd.,MM, CH.,CHt.,pNNLP) ------ GUMILAR, dilahirkan di: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Ciamis Jawa Barat Tgl.05 Juli 1971. Pendidikan Formal: Tgl. 31 Desember 2008 Lulus S-3 (Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dapat ditempuh selama 2 (dua) th lulus.;Tahun 2002: S-2 Magister Manajemen Konsentrasi Management Marketing UNIGAL Ciamis; Tahun 1997: S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIGAL Ciamis; Tahun 1992: D-2 PGSD UPI Bandung; Tahun 1990: SMA Negeri Panumbangan; ------ GELAR HIPNOTIST: 2011: Gelar CH (Certified Hypnotist) dan CHt (Certified Hypnotherapist) dan pNNLP (practitioner Neo Neuro Linguistic Programing) diperoleh dari Indonesian School of Hypnosis & Hypnotherapy (ISHH) dan Indonesia Board Hypnosis (IBH)**