CIRI SIKAP SOCIAL CLIMBING DISORDER

CIRI SIKAP SOCIAL CLIMBING DISORDER

Oleh: Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP

(CIAMIS, 03/02/2022). Social Climbing atau sering kita sebut dengan istilah Pansos  adalah fenomena yang menarik untuk diketahui di era digitalisasi.

Social Climbing adalah sebuah bentuk prilaku dari seseorang yang ingin menunjukan dan meningkatkan status atau derajad sosial.

Seseorang yang memiliki indikasi menderita Social Climbing Disorder memiliki ciri-ciri berikut:

1. Pamer Brand Mewah

Seorang Social Climbing sangat peduli dengan penampilan, sehingga mereka terus berusaha membeli barang bermerek untuk menaikan status atau derajatnya.
Dan gejala sosial yang muncul adalah ketika hal ini sudah menjadi pra syarat, akan  tetapi seseorang yang kurang beruntung dalam hal materi tentu saja harus mencari segala cara agar dapat menikmatinya juga.

2. Kecanduan Sosial Media

Tentu sekarang ini tidak bisa lepas dari media sosial, mulai aktivitas bangun tidur sampai tidur lagi. Mulai dari hal yang paling mendasar akan kebutuhan sampai hal yang paling tidak bermanfaat.

Tentu seorang Social Climbing jika ingin membagikan aktivitas di status media sosialnya bukan kepada hal-hal yang berbau inspiratif, akan tetapi cenderung kepada hal yang berbau kemewahan.

3. Empati yang Sangat Rendah

Seorang Social Climbing  biasanya lebih suka mementingkan dirinya sendiri dan bersikap narsis yang berlebihan. Dengan begitu dalam hal bersosial biasanya tidak memiliki teman yang benar-benar tau tentang dirinya, bahkan teman-teman yang sama pergaulanya dengan diapun tidak bisa memberikan rasa kehangatan berteman yang saling memiliki.

4. Pilih-pilih Teman Khusus

Sebenarnya tidak ada yang salah dalam hal ini, karena didalam etika sosial manusia juga memiliki perasaan yang mengendalikan emosinya dalam berteman. Tapi berbeda dengan seorang Social Climbing, dia memilih-milih teman dengan maksud untuk membentuk lingkaran khusus yang sejalan dengan dirinya.

5. Senang Mencari Perhatian

Tentu semua orang memiliki perasaan senang jika dirinya dipuji. Seorang yang normal akan menyikapi hal tersebut dengan kalem dan cuek, atau bahkan tak jarang mereka langsung merendah. Berbeda dengan seorang Social Climbing, mereka sangat senang dan merasa sangat puas apabila menjadi pusat perhatian atas pujian orang.

Rasa kesombonganya akan semakin membantu dirinya untuk meningkatkan status sosialnya. Inilah sebabnya sebagian besar dari mereka berusaha mencari perhatian berlebih entah di media sosial atau di kehidupan biasa, dan perhatian itu biasanya memberikan efek yang kontroversi atau sensasional.

Demikian ciri-ciri Social Climbing Disorder mudah mudahan kita tidak termasuk hal tersebut.

Jika diri Anda merasa terganggu dengan menderita Social Climbing Disorder, salah satu solusi adalah mengikuti program hypnotherapy.

Ponpes Nurul Firdaus melayani rehabilitasi mental, beralamat di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Informasi HP. 081323230058. Insya Allah. ***

Pos terkait

banner 468x60